Pada 16 September 2023, zona terpencil di Dickson Fjord, Greenland bagian timur mengalami sebuah kejadian luar biasa: tanah longsor besar mendorong lebih dari puluhan juta meter kubik batu dan es ke dalam fjord, menciptakan gelombang raksasa megatsunami dengan puncak tinggi hampir 200 meter — setara gedung pencakar langit. Peristiwa ini awalnya tidak terlihat langsung oleh manusia, namun kemudian rekaman satelit dan data seismik global berhasil menyingkap skala dan dampaknya. Earth.com+1
Bagaimana Itu Terjadi: Landslide di Dickson Fjord
Peristiwa megatsunami ini bermula dari runtuhnya massa batu dan es sekitar 25 juta meter kubik dari dinding gunung tinggi di fjord sempit Greenland. Akibatnya, gelombang raksasa terbentuk dan melaju sepanjang fjord, memantul dan bergelombang bolak‑balik di payau sempit tersebut. Wikipedia
Satelit SWOT (Surface Water and Ocean Topography) — misi bersama antara NASA dan Badan Antariksa Prancis CNES — merekam kontur gelombang ini secara unik dari luar angkasa, memberikan pemetaan rinci tentang ketinggian dan pergerakan tsunami, yang sangat membantu ilmuwan memahami karakter kejadian tersebut. Live Science+1
Kenapa Bumi “Bergetar” Selama 9 Hari?
Meski tsunami tersebut terlokalisir di ghiti fjord dan tidak menyebabkan korban di daerah berpenduduk, instrumen seismik di seluruh dunia mencatat sinyal getaran aneh yang berlangsung selama sembilan hari berturut‑turut setelah kejadian. Data menunjukkan ritme getaran yang khas, naik‑turun sekitar setiap 90 detik, berbeda dari pola gempa biasa. Earth.com
Para ilmuwan kemudian menghubungkan sinyal itu dengan fenomena yang disebut seiche — yaitu gelombang berdiri dalam badan air tertutup atau sempit seperti fjord. Dalam kasus ini, gelombang yang terpantul terus‑menerus di dinding fjord menciptakan getaran berulang yang cukup kuat untuk dideteksi sebagai pulsa di kerak bumi di berbagai penjuru dunia. Wikipedia
Rekaman Satelit: Bukti Langsung dan Baru
Sebelumnya, para ilmuwan hanya bisa melihat gempa aneh tersebut melalui data seismometer global tanpa tahu penyebabnya. Namun pengamatan satelit langsung akhirnya mengaitkan fenomena getar berulang itu dengan megatsunami Greenland — sebuah bukti paling kuat hingga kini tentang kejadian tersebut. Live Science
Foto dan pengukuran dari satelit memberikan data nyata tentang tinggi gelombang, lokasi sumbernya, dan dinamika pergerakannya di fjord, yang membantu merekonstruksi peristiwa dari jauh. Live Science
Apa Itu “Megatsunami” dan Bedanya dengan Tsunami Biasa
Istilah megatsunami biasanya merujuk pada gelombang laut yang jauh lebih besar daripada tsunami yang dipicu gempa bawah laut biasa. Dalam kasus longsore di Dickson Fjord, penyebabnya bukan gempa tektonik, tetapi solidal impact — tumbukan besar massa batu dan es ke dalam air yang kemudian memindahkan sejumlah besar air secara tiba‑tiba, mencetuskan gelombang sangat tinggi. Wikipedia
Tsunami konvensional seperti yang dihasilkan gempa tektonik bergerak jauh melintasi laut dan mencapai pantai, sedangkan peristiwa ini terjadi di selat fjord terisolasi dan dampaknya sangat lokal meski memancarkan gelombang yang terdeteksi seismik global. Live Science
Apa Kaitannya dengan Perubahan Iklim?
Para peneliti menilai bahwa peristiwa ekstrem ini berkaitan erat dengan percepatan perubahan iklim di kawasan Arktik. Greenland sedang mengalami pencairan gletser yang cepat, yang berdampak pada ketidakstabilan lereng gunung yang sebelumnya ditekan oleh es tebal. Kondisi seperti itu meningkatkan risiko longsor besar yang bisa memicu gelombang raksasa di fjord sempit. Wikipedia
Fenomena seperti ini dipandang sebagai contoh nyata bagaimana pemanasan global sedang memicu modifikasi dinamika geologis dan hidrologis di Kutub Utara, meningkatkan kemungkinan kejadian ekstrem lain di masa depan. The Guardian
Dampak dan Kenangan Ilmiah
Meskipun megatsunami ini tidak berdampak langsung pada populasi manusia karena terjadi di wilayah tak berpenghuni Greenland, implikasi ilmiahnya sangat besar:
-
Menjadi contoh fenomena alam ekstrem yang bisa mengguncang planet secara global melalui getaran seismik yang teramati. Earth.com
-
Memperlihatkan bagaimana perubahan iklim dapat menciptakan kejadian geofisika tak terduga. Wikipedia
-
Membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut tentang interaksi gletser, tanah longsor, dan gelombang di area kutub. Live Science
Kesimpulan
Peristiwa megatsunami setinggi hampir 200 meter di fjord Greenland yang terjadi pada September 2023 memberi pelajaran penting bagi ilmu bumi dan geofisika. Dengan bantuan rekaman satelit dan data seismik global, para ilmuwan akhirnya mampu mengaitkan gelombang luar biasa itu dengan getaran planet yang berlangsung selama sembilan hari — sebuah bukti nyata efek domino dari fenomena alam ekstrem yang dipicu oleh pencairan es dan longsoran besar. Earth.com+1