Menjelang awal 2026, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) semakin mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sumatra, terutama Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk mendukung penanganan ekstrem cuaca selama musim hujan dan mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi berat yang terjadi di akhir 2025. Infopublik+1
Latar Belakang: Banjir dan Longsor di Sumatra
Wilayah Sumatra mengalami banjir besar dan tanah longsor pada akhir 2025 akibat curah hujan ekstrem yang dipicu oleh fenomena cuaca dan sistem siklon tropis. BNPB mencatat dampak bencana ini sangat signifikan, dengan korban jiwa yang terus bertambah dan puluhan ribu warga mengungsi. Warta Pontianak
Kondisi ini mendorong BNPB untuk memperkuat upaya mitigasi risiko serta mendukung proses pemulihan di lapangan. Salah satu instrumen strategis yang dipakai adalah Operasi Modifikasi Cuaca. Infopublik
Apa Itu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)?
Operasi Modifikasi Cuaca adalah teknik yang dilakukan untuk “mengendalikan” kondisi atmosfer tertentu dengan tujuan mempengaruhi proses pembentukan hujan atau mengurangi intensitasnya di wilayah rawan bencana. Intervensi ini dilakukan oleh tim ahli dari BMKG bersama BNPB dan melibatkan penyemaian bahan tertentu ke dalam awan untuk memicu hujan pada lokasi yang aman atau memecah awan agar tidak terjadi hujan berlebihan di daerah rawan. BMKG
Dalam praktiknya, OMC dilakukan dengan:
-
Analisis peta awan dan kondisi atmosfer real‑time.
-
Penentuan titik semai yang strategis.
-
Penyemaian bahan semai seperti garam (NaCl) atau kapur tohor (CaO) dari udara.
-
Kolaborasi tim pilot, meteorolog, dan teknologi radar cuaca. BMKG
BNPB Perkuat OMC di Sumatra Awal 2026
Intensifikasi Upaya
Seiring puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada awal 2026, BMKG dan BNPB lebih agresif menjalankan OMC secara berkelanjutan di wilayah Sumatra:
-
OMC diterapkan 24 jam sesuai kebutuhan, tergantung kondisi atmosfer dan potensi gangguan cuaca.
-
Fokus utama operasi adalah menekan intensitas hujan di area rawan banjir dan longsor, serta membuka “jendela cuaca” untuk mendukung pemulihan infrastruktur dan logistik.
-
Operasi telah menjangkau Aceh, Sumut, dan Sumbar secara intensif dengan rute sortie pesawat yang sering serta penggunaan bahan semai dalam volume besar. Infopublik
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari (dikenal sebagai Aam), menyatakan bahwa hampir seluruh wilayah di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah dijelajahi tim untuk OMC dan operasi ini menjadi kunci dalam mempercepat aktivitas pemulihan di lapangan. Infopublik
Kerja Sama Antarlembaga
OMC bukanlah operasi satu lembaga saja: BNPB bekerja bersama BMKG sebagai perancang dan pelaksana teknis, serta instansi lain seperti TNI dan BPBD di tingkat provinsi. Sinergi ini memastikan bahwa operasi tidak hanya efektif, tetapi juga aman untuk penerbangan dan masyarakat umum. BNPB
Tujuan Utama dan Harapan
Tujuan utama penguatan OMC di Sumatra pada awal 2026 mencakup:
-
Menekan risiko banjir dan tanah longsor lanjutan di wilayah yang masih rentan.
-
Mempercepat proses pemulihan pekerjaan fisik di darat, seperti perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas layanan publik.
-
Mendukung distribusi logistik dan aksesibilitas untuk bantuan kemanusiaan yang bergantung pada kondisi cuaca.
-
Membuka peluang kerja lapangan bagi tim operasi dan respon bencana agar mitigasi dan penanganan bisa lebih efektif. Infopublik
Abdul Muhari menekankan bahwa tanpa kendali cuaca seperti OMC, pekerjaan fisik dan logistik di area terdampak bencana akan tetap terhambat oleh hujan intens yang tidak teratur. Oleh karena itu, OMC menjadi bagian integral dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi. Infopublik
Tantangan dan Pertimbangan Teknis
Meskipun OMC dianggap sebagai instrumen penting, metode ini juga memiliki tantangan:
-
Efektivitas bergantung pada kondisi atmosfer yang dinamis, sehingga tidak selalu berhasil 100% pada setiap sortie penerbangan.
-
Keamanan penerbangan tim OMC harus selalu dijaga, terutama ketika ada sistem siklon atau gelombang besar di area operasi.
-
OMC tidak bisa diterapkan pada bibit siklon tropis secara langsung, karena pertimbangan keselamatan serta potensi eskalasi cuaca ekstrem. BMKG
BMKG menjelaskan bahwa pilihan bahan semai dan teknik pemberian juga harus disesuaikan dengan kondisi cuaca yang terus berubah, dan aktivitas operasi memerlukan pemantauan intensif. BMKG
Dampak Terukur hingga Awal 2026
BMKG bersama BNPB melaporkan bahwa OMC terbukti mampu menurunkan intensitas curah hujan di wilayah prioritas. Data awal menunjukkan penurunan curah hujan signifikan di beberapa titik Sumatra selama operasi, yang diharapkan membantu mencegah banjir susulan. BMKG
Kesimpulan
Memasuki awal 2026, BNPB memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sumatra sebagai respons terhadap dampak banjir dan longsor yang terjadi pada akhir 2025 serta antisipasi musim hujan puncak. Operasi ini merupakan kolaborasi intensif antara BNPB, BMKG, dan sejumlah instansi lain untuk menekan hujan ekstrem, mempercepat pemulihan wilayah terdampak, serta mendukung strategi mitigasi risiko bencana jangka panjang. Meskipun ada tantangan teknis dan ketergantungan pada kondisi atmosfer, langkah ini dipandang sebagai bagian penting dari adaptasi terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem di Indonesia. Infopublik