Rusia baru‑baru ini mengumumkan rencana besar agar bisa mendirikan pembangkit listrik tenaga nuklir di permukaan Bulan sebelum tahun 2036, sebuah langkah yang bisa jadi titik penting dalam persaingan global antarnegara untuk eksplorasi dan kepemimpinan di luar angkasa. Geo News+1
Pernyataan resmi dari Roscosmos — badan antariksa negara Rusia — menyebut bahwa mereka telah menandatangani kontrak dengan perusahaan dirgantara Lavochkin Association untuk mengembangkan dan menyiapkan fasilitas tenaga di Bulan yang diharapkan mulai dibangun dalam dekade ini. Geo News
Apa yang Direncanakan: “Reaktor Nuklir Lunar”
Rencana utama proyek ini adalah mendirikan pembangkit listrik di permukaan Bulan yang akan memasok energi bagi operasi jangka panjang Rusia di sana, termasuk:
-
Catu daya bagi rover dan wahana otomatis,
-
Dukungan energi untuk observatorium atau laboratorium,
-
Infrastruktur untuk International Lunar Research Station — stasiun penelitian internasional bersama China. Geo News
Roscosmos tidak secara eksplisit mengatakan bahwa fasilitas ini adalah reaktor nuklir, namun keterlibatan Rosatom (korporasi nuklir negara Rusia) dan Kurchatov Institute (institut riset nuklir utama Rusia) secara kuat menandakan penggunaan teknologi nuklir sebagai sumber energi inti. Geo News
Proyek ini diharapkan menjadi “langkah penting menuju terciptanya stasiun ilmiah lunar yang berfungsi permanen” dan peralihan dari misi sekali jalan ke program eksplorasi Bulan jangka panjang. Interfax
Mengapa Rusia Mengejar Proyek Ini
1. Energi untuk Eksplorasi Jangka Panjang
Bulan memiliki malam lunar panjang 14 hari, tanpa sumber cahaya matahari yang memadai di beberapa area, sehingga panel energi surya tidak selalu andal. Reaktor nuklir bisa menyediakan energi stabil tanpa bergantung pada matahari — sumber yang penting untuk fasilitas dan perkakas ilmiah yang bekerja terus‑menerus. Geo News
2. Bersaing dalam Perlombaan Antariksa
Rusia ingin mengukuhkan peranannya di luar angkasa, terutama setelah beberapa kemunduran seperti misi Luna‑25 yang gagal mendarat. Program reaktor nuklir di Bulan juga dilihat sebagai cara untuk tetap relevan dan bersaing dengan Amerika Serikat, China, dan negara lain yang juga berambisi di Bulan. Geo News
3. Kerja Sama Internasional dengan China
Proyek ini terhubung ke rencana stasiun penelitian internasional bersama China (International Lunar Research Station), yang telah menjadi fokus kerja sama antara kedua negara dalam beberapa tahun terakhir. Interfax
Bagaimana Ini Berkaitan dengan Perlombaan Luar Angkasa Global
Rencana Rusia bukan satu‑satunya. Negara lain — khususnya Amerika Serikat melalui NASA — sudah mengumumkan target menempatkan reaktor nuklir di Bulan lebih cepat, sekitar 2030 untuk mendukung basis manusia atau robotic di sana. Geo News
Hal ini menunjukkan bahwa energi nuklir di Bulan bukan sekadar opsi teknologi, melainkan bagian dari strategi global dalam mempersiapkan keberadaan manusia jangka panjang di luar Bumi — baik untuk penelitian ilmiah maupun daya dukung industri masa depan. Geo News
Tantangan Teknis dan Regulasi
Mendirikan reaktor nuklir di Bulan tidaklah mudah. Beberapa tantangan utama termasuk:
-
Transportasi material berat dan aman ke permukaan lunar;
-
Sistem pendinginan dan kontrol yang berfungsi di lingkungan ekstrem tanpa atmosfer;
-
Isu keselamatan dan regulasi internasional terkait penggunaan nuklir di luar Bumi;
-
Risiko radiasi terhadap astronot dan peralatan sensitif.
Meskipun rencana ini mengantisipasi kemungkinan kebutuhan energi tinggi, detail teknis lengkap seperti desain reaktor spesifik dan mekanisme operasionalnya belum dirilis secara rinci. Geo News
Apa Artinya untuk Masa Depan Eksplorasi Bulan
Jika berhasil, reaktor nuklir di Bulan bisa menjadi fondasi untuk pangkalan permanen manusia, memfasilitasi pengolahan sumber daya lokal seperti es air menjadi oksigen dan bahan bakar, serta mendukung eksperimen ilmiah yang membutuhkan energi besar. Ini juga memberi Rusia — dan sekutunya seperti China — keunggulan strategis dalam era baru perlombaan antariksa abad ke‑21. Geo News
Kesimpulan
Rencana Rusia untuk mendirikan pembangkit listrik tenaga nuklir di Bulan dengan target 2036 merupakan langkah ambisius yang mencerminkan fokus global terhadap eksplorasi antariksa jangka panjang. Proyek ini melibatkan kerja sama dengan China dan dukungan institusi nuklir nasional Rusia, dengan tujuan memberi sumber energi yang tahan banting bagi operasi lunar yang terus berkembang. Meski tantangan teknis dan regulasi tetap besar, keberhasilan proyek ini bisa menandai era baru kehadiran manusia di Bulan — bukan hanya sekali‑kali, tetapi berkelanjutan. Geo News